Postingan

Jalan-Jalan ke Jepang 2: Dari Bandara ke Airbnb

Gambar
It's the little things that makes life big. Kami sampai di bandara Itami sekitar jam 8 malam. Setelah menunggu koper, kami langsung menuju halte limousine bus untuk ke pusat kota Osaka. Kami agak terburu-buru karena jadwal bus terakhir adalah jam 9 malam. Sebenarnya bisa naik monorail lalu dilanjut kereta, tapi harus transit 2 kali dan mengingat koper yang harus digeret-geret, duh, rasanya lebih praktis naik limo bus. Bus ini biayanya 640 yen per orang untuk ke daerah Namba. Dari pemberhentian bus di Namba, kami cukup jalan kaki sekitar 800 m untuk menuju ke Aibnb kami. Beli tiket di vending machine. Halte no. 2 ke Namba. Halte limo bus di Namba Turun dari bus, geret koper lagi! Kami bawa 2 buah koper: 1 large dan 1 medium . Malangnya, 2 buah roda di koper large kami rusak, karet rodanya terkelupas sehingga jalannya jadi berat. Malam itu suhu dingin, saya hanya pakai jaket biasa (karena malas ambil coat di koper :p), dan ternyata haru...

Jalan-Jalan ke Jepang 1: Terbang dengan JAL

Gambar
"Do more of what makes you happy." And in this world, I would like to travel happily with you. Semua orang pasti punya hobi yang membuatnya bahagia dan akan meluangkan waktu untuk mewujudkan hobinya. Bagi saya, travelling adalah salah satunya. Sebagai keluarga kecil dengan 2 orang balita (Tama 4 tahun dan Arsya 1 tahun), kami hampir selalu pergi bersama-sama. Tapi ada kalanya kami sebagai suami-istri ingin couple travelling juga, hehehe. Dan akhirnya, rencana nekat itu terwujud juga saat kami berhasil travelling ke Jepang sementara anak-anak tinggal bersama uwa dan bunda-nya (panggilan anak-anak untuk kakak dan ipar saya). Setelah proses perencanaan singat selama 1 bulan, akhirnya tiba hari keberangkatan, horeee... Rute penerbangan kami bisa dibilang kurang mainstream , karena biasanya dari Indonesia ke Jepang akan mendarat di Bandara Narita atau Haneda di Tokyo atau Bandara Kansai di Osaka. Kalaupun transit, biasanya di SG, KL, atau Manila. Sedangkan kami, ...

Budget dan Itinerary Jepang

Gambar
Bagian budget dan itinerary ini bisa dibilang adalah bagian terpenting dari perencanaan travelling, ya. Karena ini yang akan menentukan "nasib" kita selama di tempat tujuan travelling. Untuk perjalanan kali ini, kami terbilang cukup nekat dan mendadak (well, hampir setiap kali travelling sih biasanya dadakan, hehe). Saya hanya menggunakan waktu sekitar 3 bulan untuk menyusun perjalanan ke Osaka-Kyoto kali ini. Tapi idealnya, siapkan waktu paling tidak 6 bulan untuk membuat perencanaan, khususnya untuk travelling ke luar negeri, agar semuanya lebih matang termasuk menyiapkan rencana cadangan. Budget. Ketika muncul pertanyaan, berapa sih budget untuk travelling ke Jepang? Sebenarnya soal budget itu akan relatif, karena tergantung pada gaya hidup masing-masing orang. Ada yang cuma butuh 10 juta berdua, ada yang bawa puluhan juta pun tetap kurang. Kalau saya dan suami suka yang hemat, tapi tetap nyaman, private, tapi nggak bikin sengsara 😆. Dan karena ini nekat dan dadak...

Money Matters: Visa Jepang Ditolak

Gambar
Visa. Mau travelling tapi takut visa ditolak? Pasti banyak orang Indonesia yang berpikiran seperti itu, termasuk juga saya. Wabil khusus yang budgetnya terbatas, seperti saya 😆 Seperti yang sudah menjadi rahasia umum, banyak orang merasa ngeri saat membuat pengajuan visa untuk travelling karena tidak ada indikator pasti apa yang sebenarnya menyebabkan visa ditolak meskipun dokumennya sudah lengkap. Saat baca-baca artikel di internet, baik yang berupa artikel berita ataupun blog, ada beberapa penyebab ditolaknya visa, meski mayoritas ini bersifat spekulasi karena memang tidak ada keterangan resmi dari pihak kedutaan, bahkan jika kita menghubungi mereka untuk menanyakan sebab visa ditolak. Saldo dan Itinerary. Biasanya, yang paling dicemaskan adalah saldo rekening. Berapa sih saldo yang harus kita punya supaya visa disetujui? Well, sekali lagi nggak ada ketentuan pastinya. Tapi kalau kalian mau urus visa lewat travel agent, biasanya mereka cari aman dan menentukan batas sendiri...

Pengajuan Visa Jepang gaya baru

Gambar
Jepang. Negara ini sudah lama menjadi incaran saya dan suami untuk dijelajahi bersama. Kalau saya pribadi sih, khususnya mengincar Osaka (karena ada Harry Potter di USJ) dan Kyoto (untuk ngerasain sisi klasiknya Jepang, imho). Akhirnya di tahun ini kami memutuskan untuk menekatkan diri liburan ke 2 kota di Jepang tersebut. Visa. Mau travelling tapi persoalan urus mengurus dokumen perjalanan yang satu ini memang kadang bikin kita nervous duluan. Masalahnya, persyaratan yang harus dipenuhi lumayan banyak, dan kita berspekulasi soal diterima atau ditolaknya permohonan kita. Yang nggak kalah bikin deg-degan adalah bahwa nggak ada indikator pasti apa yang bisa menyebabkan permohonan visa kita ditolak. Kan sedih kalau sudah pesan tiket pesawat, penginapan, nyusun itinerary, plus riset transportasi tapi traveling harus gagal atau tertunda arena visa ditolak :( Meskipun ada opsi refund atau reschedule, tapi tetap sedih yakannn...  Memang untuk pemegang e-passport Indonesi...

Traveling Sama Balita: The flight

Gambar
Jalan-jalan? Siapa sih yang nggak suka. Kami sekeluarga sih suka banget. Tapi, kadang banyak pertimbangannya kalau mau pergi ke luar kota, naik pesawat, sambangi tempat wisata. Yang pertama pastinya masalah modal (hehehe). Pengen ke kota ini, kota itu, tapi dana belum juga mencukupi (atau banyak keinginan keperluan lain yang mesti didahulukan). Lalu, pertimbangan ke dua adalah, kami punya dua balita (saat ini si Tama umur 3,5 tahun dan Arsya baru 9 bulan). Rencana jalan-jalan kami seringkali tertunda. Tapiiii.. yang nggak direncanakan malah kadang terlaksanakan yaa. Pernah atau sering nggak sih kayak gini brur? Yup! Begitu juga dengan jalan-jalan kami baru-baru ini. Dimulai dari suatu malam Senin, si ayah lagi lihat instagram lalu liat postingan bahwa Dream Theater bakal manggung di Prambanan tanggal 29-30 September 2017. Wuih.... siapa yang gak ngiler coba tuh: Dream Theater manggung berlatar belakang megahnya Prambanan (*elap iler), ditambah lagi hasrat kami yang udah lamaaaa ba...

Tiket Pesawat Salah Nama: Jetstar

Memang ya, pengalaman itu adalah guru yang paling berharga. Saya ingat nasehat ini baik-baik tapi kadang kecerobohan lebih besar daripada ketelitian. Keinginan untuk teliti selalu berbanding terbalik dengan kemampuan mengingat pengalaman yang udah-udah :p Dulu, pernah pengajuan online pembaruan paspor buat kanjeng mami mertua, eh salah ngisi kanim malah ini kanim Dumai dan bukan Depok, terpaksa daftar ulang dan pastinya bayar lagi, ngok . Kali ini booking tiket pesawat malah ngisi nama di KTP dan bukan di paspor. Ya, nama kanjeng mami di paspor jadi tiga suku kata karena awal bikin paspor adalah paspor haji. Dasar mantu dung-dung, bikin salah melulu, hohoho... Sebagai wujud tanggung jawab alias daripada mami gagal berangkat liburan bareng plus terancam kena omel bertahun-tahun , saya utak-atik mbah gugel cari cara mengubah nama di tiket yang sudah dibeli. Saya pesan tiket JKT-SIN-JKT lewat Traveloka karena gak punya cc lebih murah dan mudah. Dapatlah tiket JetStar dan langsung aja...